OBESITAS MENYEBABKAN GAGAL GINJAL

Howdy, kabar mengejutkan saya baca pada Koran Sindo terbitan Senin 13 Maret 2017.

Obesitas dapat menyebabkan gagal ginjal kronis. Seperti kita ketahui, gemuk adalah sarang penyakit. Ungkapan ini benar adanya jika melihat fakta bahwa obesitas dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti diabetes dan hipertensi. Kedua penyakit ini merupakan faktor risiko tertinggi gagal ginjal kronis.

Tanggal 9 Maret 2017 diperingati sebagai Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day). Ini adalah acara tahunan hasil inisiatif International Society of Nephrology dan International Federation of Kidney Foundations yang fokus meningkatkan kesejahteraan ginjal serta mengurangi kejadian dan dampak penyakit ginjal di seluruh dunia. Memasuki tahun ke-12, peringatan Hari Ginjal Sedunia kali ini mengangkat tema penyakit ginjal dan obesitas.

Obesitas memang amat erat hubungannya dengan penyakit ginjal. Hal inilah yang digarisbawahi Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) dr. Dharmeizar SpPDKGH. “Obesitas perpotensi menimbulkan gangguan kesehatan dan meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes dan hipertensi; dua penyakit yang merupakan faktor risiko tertinggi penyakit ginjal kronis,” paparnya dalam presentasi di acara Press Conference World Kidney Day 2017 di Jakarta Pusat (Rabu, 8/3).

Maka itu, peringatan Hari Ginjal Sedunia tahun kesehatan ini berfokus pada edukasi tentang resiko obesitas dan hubungannya dengan penyakit ginjal.  “Menganjurkan gaya hidup sehat dan rekomendasi strategi pelayanan untuk mengatasi besarnya beban yang disebabkan obesitas dan penyakit ginjal,” ungkap dr. Dharmeizar.  Obesitas atau berat badan berlebih kini ikut menjadi perhatian di bidang kesehatan karena memicu berbagai jenis penyakit tidak menular, salah satunya penyakit ginjal kronis (PGK).

PGK merupakan kelainan terhadap organ ginjal karena berbagai faktor, seperti infeksi, tumor, genetis, penyakit metabolis atau degeneratif yang timbul secara perlahan tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal. Penyakit ini juga didefenisikan sebagai kelainan pada darah yang berlangsung selama tiga bulan disertai ketidaknormalan pada albumin urine, elektrolit, hasil patologi, dan beberapa hal lainnya. Salah satu ciri PGK adalah ginjal membesar karena bekerja keras untuk menyaring massa otot yang bertambah.

Pada dasarnya, fungsi  organ tsb adalah mengeluarkan sisa-sisa produk dari tubuh.  Ketika berat badan berlebih, massa otot ikut bertambah.  Dengan demikian, kerja ginjal mengalami kerusakan karena beban bekerja lebih besar dari biasanya. Menurut data statistik WHO pada 2014, prevalensi obesitas di dunia telah mencapai lebih dari dua kali lipat sejak 1980. (Sumber : Obesitas Picu Gagal Ginjal Kronis, penulis : Sri Noviarni, Koran Sindo 13/3/2017).

Naah, bagi teman2 yang sudah mengalami overweight alias obesitas, harus hati2 dan segera bertindak. Jangan tunda2 lagi, karena kesehatan adalah investasi yang sangat mahal . Juga bagi teman2 yang berat badannya masih normal, tetap harus menjaga jangan sampai overweight. Caranya? Terapkan pola hidup sehat yang seimbang dengan asupan gizi dan olahraga yang sesuai dengan umur kita.

4 thoughts on “OBESITAS MENYEBABKAN GAGAL GINJAL

  • July 2, 2017 at 7:38 am
    Permalink

    solusi menjauhi dari PGK adalah jaga pola makan, istirahat yang teratur, jauhkan diri dari stres

    Reply
    • July 15, 2017 at 9:31 pm
      Permalink

      betul sekali Mas Jamal, terimakasih untuk sarannya 🙂

      Reply
  • August 11, 2018 at 10:54 pm
    Permalink

    terima kasih sudah di shareee
    ini sanget bermanfaat bagi saya yang sekarang sudah semakin gemuk gara2 kurang gerakk
    semoga ini bisa menjadi solusi bagi masalah sayaaaa

    lalu apakah ini juga bisa jadi solusi bagi perut buncit mas??
    terima kasihh
    he

    Reply
    • December 6, 2018 at 2:57 pm
      Permalink

      solusi perut buncit ada beberapa cara. salah satunya adalah dengan detoks atau buang racun yang sudah mengendap lama di dalam usus/perut kita. detoks bisa dengan ikut program smartdetox. detoks hanya boleh dilakukan 2x setahun atau setiap 6 bulan. lama detoks sekitar 7-21 hari, tergantung program yang kita jalankan. bisa dilihat disini https://tinyurl.com/y9nqty7. setelah itu, kita bisa melanjutkan dengan diet. semua pola diet itu baik, tinggal pilih yang paling cocok dan sesuai dengan tubuh kita. intinya, jangan sampai kita menjadi kekurangan nutrisi karena diet. jangan lupa olahraga 3-4x/seminggu. yang paling mudah adalah jalan kaki sekitar 30 menit atau 3-4km.

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *