Mengobati Leukimia dengan virus HIV

Virus HIV tidak menyebabkan leukemia. Itu pasti. Tak perlu diragukan lagi. Virus HIV adalah penyebab penyakit AIDS yang menakutkan itu. Tak ada hubungan antara HIV dan leukemia, bahkan selama ini pun pembahasan atau riset tentang keduanya adalah terpisah. Tak dinyana, virus HIV bisa membantu seorang anak penderita leukemia mencapai kesembuhan. Kanker darah yang membuat kedua orang tuanya putus asa, setelah menjalani proses kemoterapi dan tidak sembuh-sembuh, Ema akhirnya menjadi orang pertama di dunia yang menerima teknologi medis baru.
Emma Whitehead baru 6 tahun. Leukemia yang dideritanya hampir mengantarnya pada maut. Kemoterapi yang dilakukan tak membawakan hasil. Kedua orang tuanya sudah hampir putus asa , jika saja tak memutuskan untuk mencari pengobatan eksperimen di Children’s Hospital of Philadelphia. Bulan April lalu, Emma boleh dikata menjadi percobaan. Emma, untuk pertama kalinya menerima sebuah eksperimentasi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Para peneliti memprogram ulang virus HIV yang sudah cacat dan memasukannya ke dalam tubuh kecil Emma.
Sumber : Foxcrime 26 Feb 2017
Sebelumnya, Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Carl Jun dari University of Pennsylvania mengeluarkan Sel-T dan memasukan virus HIV yang sudah dimodifikasi itu untuk merangsang sistem kekebalan tubuh Emma memproduksi kembali sel-T yang baru. Tujuannya, sel-T yang baru akan menyerang sel-sel kanker yang ada di dalam tubuh Emma. Hasilnya mengejukan. Hampir berujung kematian namun keadaan berbalik dan sel-sel kanker dalam tubuh Emma pun lenyap.
Sumber : Foxcrime 26 Feb 2017
Sumber : Foxcrime 26 Feb 2017
Sumber : Foxcrime 26 Feb 2017

Ini adalah sebuah teknik baru dalam melawan kanker. Emma adalah pasien pertama yang menerima teknik mengobati kanker dengan meningkatkan sisim kekebalan tubuh. Sebelas jam setelah tubuhnya menerima virus HIV, peneliti mendapati bahwa salah satu sitokin yang berperan dalam melawan kanker yaitu Interlekuin-6 (IL-6) melonjak drastis. Fenomena yang belum pernah mereka temui sebelumnya.

Para peneliti meyakini bahwa ini merupakan teknologi baru dalam pengobatan leukemia dan dapat mengganti metode transplantasi sumsum tulang belakang yang diketahui sangat rumit dan membutuhkan biaya yang tinggi.

 

Novie SR
* Sumber berita: New York Times

Sumber : Kompasiana

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *